Dikeheningan malam itu, aku merambah dikejauhan, tak seperti biasanya, fikiranku menerawang jauh menembus lorong-lorong gelap dan senyap. Tak terasa aku tersesat dikeheningan yang kuciptakan sendiri. Apakah itu jalan untukku …? Akupun tak tahu. Aku mulai meraba-raba untuk memaknai setiap sentuhan yang kurasakan. Terkadang aku merasakan kasarnya dinding pemisah itu … terkadang aku juga merasakan halusnya butiran debu itu.
Aku memang benar-benar berada di dimensi ketidakpastian yang merenggut setiap sukma dan ragaku. Jiwaku terombang-ambing menelusuri setiap lorong itu. Tangisanku juga tak merubah keadaan langkahku. Aku tak sanggup lagi berteriak memecahkan keheningan malam itu. Suara hatipun berbisik menyapaku. Aku pun tergopoh-gopoh berusaha tuk berdiri, oh … Robb … beberapa kali lagi aku harus mengeluh … pada-Mu. Sampai kapan aku harus menerima smua ini …? Hanya kebisuanlah yang akan menyertamu mengarungi hidup ini …
Ucapkanlah Bismillah ….
DIarsipkan di bawah: wordpress | Ditandai: aku merambah dikejauhan, Dikeheningan malam itu, fikiranku menerawang jauh menembus lorong-lorong gelap, tak seperti biasanya